My Bad Dream's about Nae Oppa ???

Kamis, 25 Juli 2013

Ini fanfic udah lama banget baca, jaman SMP kalo ga salah.. :bingung: karena suka, jadi FFnya aku pendem lama di komputer dan minta ijin di post ulang di blog ini baru kemarin malem..kkkk~
Gomapseumnida mayu-a.. :k:
cekidooottt~

TITLE : My Bad Dream’s about Nae Oppa ???
AUTHOR : Mayu-chan / Park Soo Hyun (Hyun)
LENGTH : Ficlet
RATING : General / Semua umur boleh baca
GENRE : Family
CAST :
- Heo Ga Yoon 4MINUTE
- Heo Young Saeng SS501


DISCLAIM : awalnya emang bukan punya aku , tapi aku udah dapet izin dari Ranny Otter ^^ bagian paling akhir adda kesamaan sama yg temen . tapi cuma sedikit sih ^^ sisa nya puunya akuuu ~

NOTES : Mian kalau jelek.. U,U aku emang lagi belajar bikin FF ^^

DONT BE A SILENT READER PLEASE ^^ MAKE ME BETTER THAN NOW ^^


Aku berdiri di tengah jalan yang penuh dengan kerumunan orang. banyak bangunan yang berjajar di samping jalan itu. Tulisan di depan toko-toko menjadi tulisan yang kabur, dan sulit kubaca. mereka mengelilingi tubuh seseorang yang terbaring lemas tak berdaya. Tubuh itu sepertinya menggigil namun tak dapat bergerak sama sekali. Wajah yang sudah tak asing lagi di pandanganku.
Youngsaeng oppa, ia terbaring di atas genangan cairan berwarna merah yang menjadi latar belakang tubuhnya. Aku berjalan mendekat dan duduk bersimpuh di samping Youngsaeng oppa. Menggenggam tangannya, sangatlah dingin seolah-olah sedang menggenggam sebongkah es. Wajahnya yang putih tertutup darah dan mengalir perlahan ke pipinya. Dia hanya menatap ku dengan senyuman yang kutau ialah senyuman paksaan hanya agar aku tak khawatir dan berusaha menunjukkan kalau dia tidak apa-apa.
Perlahan, Youngsaeng oppa mulai membuka mulutnya dan berusaha mengeluarkan suaranya. Kata-kata yang ia ucapkan nya sangat pelan sangat sulit didengar, tapi masih bisa kumengerti ucapannya walaupun dengan kerumunan orang yang mulai riuh ramai.
“a-aku…masih…punya mimpi..,” kata Youngsaeng oppa dengan menggenggam erat tangan ku. Dingin di tangannya segera menjalar di tubuhku. Dengan tetesan air mata yang mengalir ke pipinya dan menyapu darah di sekitarnya, terlihat jelas kalau dia sangat kecewa dengan keadaan ini. Perlahan, dia menutup kelopak matanya, kemudian genggaman tanganna pun mulai mengendur.
Aku kembali dalam kamar ku. Kejadian itu selalu terlihat sangat nyata. Bahkan aku dapat merasakan dinginnya tangan Youngsaeng oppa yang menggenggam ku, merasakan hangatnya darah yang mengalir dari kepalanya. Bayangan ini pun tidak hanya muncul di dalam mimpi. Tapi terkadang bayangan ini selalu muncul dikala aku sedang sendirian atau sedang bingung. Titik-titik air mata selalu mengalir membasahi pipiku ketika bayangan tadi muncul secaar tiba-tiba di benakku.
Pertanda apa ini? Apa yang terjadi pada Youngsaeng oppa, satu-satunya oppa yang kumiliki dan kusayangi ini? Apa ini hanya mimpi buruk yang harus dilupakan begitu saja? Dari dulu, aku ingin melupakan mimpi-mimpi buruk ini, namun sulit! Sudah hampir delapan kali aku memimpikan hal yang sama. Tempat juga keadaan yang sama. Aku ingin semua segera berakhir. Aku tak ingin selalu menangis saat aku bangun dari lelapku. Kuharap Tuhan selalu melindunginya. Oh God, please save me and him in my day.
“ya gayoon-a!! Sampai kapan kau mau terduduk di atas ranjangmu itu?! Atau kau mau kugendong hingga meja makan, huh?!”  sahut Youngsaeng oppa yang sudah stay di depan pintu kamarku. Sontak aku kaget, dan menghapus air mataku. Ada rasa senang, karena Youngsaeng oppa masih berdiri di hadapanku. Aku langsung tersenyum di depannya. “ne oppa, chankaman~” jawabku sambil bersiap dan merapikan diri untuk berangkat ke sekolah.
Hari ini aku berangkat ke sekolah diantar Youngsaeng oppa dengan menumpangi motor sederhana. Ia pergi kuliah setelah ia mengantarkanku ke sekolah. Youngsaeng oppa memang sangat baik. Aku sangat menyayangi dia sebagai kakak.
“saengil chukhahamnida Heo Gayoon. Kau mau hadiah apa dari oppa di hari mu ini?” kata Youngsaeng oppa di tengah perjalananan.
“kukira oppa sudah lupa hari ulang tahunku. Ternyata masih ingat. Hehe. Apapun hadiah dari oppa, aku mau. Yang penting oppa memberikkannya tulus dan dari oppa. Keke~” jawabku.
“oke.. mm………..gayoon-a, kau tau kan kalau aku sangat menyayangimu?” ucapnya tiba-tiba. Eh? Ada apa ini? Tidak seperti biasanya Youngsaeng oppa bertanya seperti ini padaku.
“mm…ngg..maksud oppa apa?” dengan rasa gemetar aku balik bertanya padanya.
“pokoknya kau harus baik-baik yah seandainya aku tidak ada. Jangan jadi anak yang membebani dan merepotkan bagi eomma. Juga jangan jadi anak yang manja.” Kata Youngsaeng oppa melanjutkan kata-katanya. Apa ini? Aku merasa ucapannya ini seolah-olah menjadi kalimat perpisahan bagi ku. Aku memeluk erat Youngsaeng oppa.
“cukup oppa, jangan mengatakan ini. Apalagi ini adalah hari ulangtahunku. Jeongmal saranghamnida oppa,” jawabku. Entah mengapa, bayangan buruk itu tiba-tiba muncul dalam benakku. Lagi-lagi aku menangisinya.
“gomawoyo dongsaeng-a. Na do saranghamnida. Jangan menangis yah,” ucap Youngsaeng oppa menenangkan ku. Dengan segera, aku menyeka air mataku dan tersenyum hanya untuk Youngsaeng oppa. Terlihat dari spion, ia membalas senyumku.
******
Aku pulang sendiri melintasi jalan yang tak biasa kulewati. Aku melihat melihat kerumunan orang di tengah jalan. Lagi-lagi aku teringat pada bayangan buruk itu. Benarah itu Youngsaeng oppa? Jujur aku sangat taku.
Dengan segera, aku memastikannya dengan mendekat pada kerumunan orang yang tidak beraturan. Dari kejauhan, aku melihat………..Youngsaeng oppa tergeletak disana! OMO………kenapa harus oppa? Aku berjalan mendekati tubuh yang terbaring lemas disana. Youngsaeng oppa…dia menggigil namun tak berdaya. Aku duduk bersimpuh disampingnya.. Aku juga menggenggam tangannya. Dapat kurasakan, tangan oppa yang dingin. Tak sanggup aku melihatnya. Ia terbaring di atas genangan cairan yang berwarna merah, menjadi latar belakangnya. Sama seperti apa yang kubayangkan sebelumnya.
Inikah? Inikah jawaban dari pertanda yang kudapat? Jawaban dari semua bayangan yang selalu muncul? Wae? Kenapa harus oppa? Aku mulai meneteskan air mata di hadapannya. Dan ia tersenyum yang memang senyum paksaan agar aku tidak khawatir.
“a…a..aku…masih….p..punya mim…mimpi..” bisik Youngsaeng oppa padaku. aku dapat mendengarnya. Sangat jelas. Meskipun kerumunan orang mulai riuh ramai. “s..saeng..saengil…chukhaham…chukhahamnida..Gayoon-a….nae..d..dongsaengg,” kulihat, ia mnegucapkannya dengan susah payah. Tangisanku semakin menjadi. Oppa…cukupp..aku tak kuasa melihatmu seperti itu. Ia juga terlihat sangat kecewa dengan keadaan ini. Dengan perlahan, ia menutup kelopak matanya. Begitu pula dengan genggamannya mulai mengendur. Tangisanku tak dapat kutahan sedari tadi. Aku terus menangis sejadi-jadinya. Oppa, neomu saranghanda.. Aku tak menyangka akan begini jadinya. Ternyata bayangan itu adalah pertanda untukku. Mianhaeyo oppa. Oppa, aku akan selalu merindukanmu.
******
Usai beberapa hari Youngsaeng oppa meninggal, aku termenung sendiri di kamarku. Sekarang, oppa sudah tidak ada. Aku kehilangan satu-satunya oppa yang kusayangi. Kini, hidupku berubah. Tak ada lagi penyemangat hidupku. Aku benar-benar sepi tanpa oppa. Dulu saat aku merasa kesepian, oppa selalu ada di sampingku. Entah itu menjahiliku, memelukku ataupun menghiburku. Oppa juga yang selalu menyeka air mataku dikala aku sedang bersedih di depannya.
Kundae, semua yang ada kaitannya dengan oppa menghilang. Tak ada yang bisa kulakukan lagi. Aku hanya ingin Youngsaeng oppa ada disampingku. Aku akan selalu mengingat oppa dan semua kenangan bersama oppa. Meskipun ia sudah tidak ada di dunia ini, tapi ia hidup di dalam hatiku. Youngsaeng oppa,, jeongmal bogoshippeunde.. Neomu saranghanda, Youngsaeng oppa.
THE END
nah. segitu aja FF dari uthor. sisanya , bebas deh gimana reader. T.T . aku pasrah aja. kalo misalnya nggak suka coment @irma_mayu di twitter aja yah.. supaya nggak saling bash.. mian kalau nggak rame FF nya *bow* tapi di coment yah.. supaya uthor makin rame bikin FF nya ^^ tengKYU ^^

Credit : ffindo.wordpress.com, @irma_mayu

0 komentar:

Posting Komentar