[FANFIC] Rainy Heart

Jumat, 27 Desember 2013


Ini adalah fanfic kedua ku, maaf yaaa kalo jelek. maklum, saya masih amatiran bikinnya..kkkkk
Silahkan dibaca...^^

Title: Rainy Heart
Author: Iriani Fermatasari
Cast:

  • Dira (as the reader)
  • Heo Young Saeng
  • Kim Kyu Jong
  • Steven J Lee
Genre: Friendly and Family




RAINY HEART

Deras hujan membasahi tubuh seorang gadis mungil yang baru beberapa bulan diterima menjadi mahasiswi UI dengan jurusan Ilmu Bahasa dan Kebudayaan Korea dimalam hari ini, ia berlari disebuah kota Hollywood, Los Angeles. Mencari tempat untuk berteduh pada sebuah desa yang sedikit jauh dari  kota.  Ya, disinilah ia berwisata.

“Babo! Tahu seperti ini lebih baik gue menggunakan travel guide saja agar tidak kesasar begini. Niat mau berlibur dengan tenang malah jadi kena bencana seperti ini.huh~ ” Dira menggrutu sambil berlari dengan tangan diatas kepalanya untuk mencegah air hujan membasahi wajahnya. Alih-alih memayungi wajahnya, dira melihat ada sebuah rumah yang lumayan besar di atas bukit. Ia pun berlari menuju ke rumah tersebut, siapa tahu ada yang mau mengadopsinya untuk sehari atau setidaknya sampai hujan reda.

Dira memencet bel rumah itu. semenit kemudian, sesosok pria yang lebih tinggi darinya beberapa sentimeter muncul dengan menggunakan kaos berwarna merah dan celana training, hidung yang mancung, mata yang bulat dan dengan model rambut yang dibelah pinggir persis seperti idol grup jepang. Tunggu, rambut yang dibelah pinggir? “OH-MAN-JAT!” seketika dira melongo parah melihat sesosok pria itu. Syok, mungkin itu yang dapat menggambarkan dirinya saat ini.

“maaf, kau siapa?” pria itu bertanya. “kenapa?” katanya bingung. Pria itu menyadari bahwa ia sedang dipandangi oleh seorang gadis mungil yang memakai penutup kepala entah apa itu namanya dengan tubuh yang basah kuyup dan gemetaran. “se-se-se, ak-aku aku” dira tergugup, masih tak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini. “ya?” pria itu tambah bingung. GLEGEEERR~~!!! Seketika halilintar yang mengglegar membangunkan dira dari syoknya. “bisa kah aku menginap dirumahmu?” dira meminta dengan suara nada tinggi karna suaranya kalah oleh suara badai itu “hanya sampai hujan berhenti, please” dira menambahkan, wajahnya terlihat pucat. Pria itu terlihat menimbang-nimbang selaras melihat keadaan diluar yang sedang hujan disertai dengan angin kencang dan halilintar, persis seperti sedang ada badai besar. “hmmm, okay. silahkan masuk!”. “thank you very much, ajeossi(om)” ceplos dira. “eo? ajeossi?(hah?om?)” pria itu seperti mendengar sesuatu “kau orang korea?”. “tidak, aku orang Indonesia” dira salah tingkah “tapi, aku tahu bahasa korea sedikit” tambahnya sambil nyengir. “ohh. Neoreul, naneun arayo? mannasseoyo? (apakah kau mengetahuiku?apakah pernah bertemu sebelumnya?)” pria itu bertanya, heran kenapa bisa memanggilnya ajeossi. Sebenarnya bukannya heran dengan bahasanya, tetapi makna dari kata ‘ajeossi’ itu sendiri maksudnya apa? Apakah gadis itu mengenalnya? Itu yang terlintas dipikirannya saat ini. “n-n-ne, na arayo(iya, aku tahu). karena aku adalah fansmu dan fans SS501” dira membungkukkan tubuhnya 90 derajat. "mianhae, hwajangsili eodi isseoyo?” dira cukup tahu diri bahwa keadaannya saat ini sedang basah kuyup, jadi ia tidak ingin mengotori rumah pria yang ia anggap kenal dan mau menampungnya untuk sementara. “JINJJAYO?ohh, aku hampir lupa. mari aku antar kau!” pria itu membulatkan matanya lalu tersenyum. Melihat senyuman itu rasanya jantung dira ingin kabur dari tempatnya. Dira mengikuti pria itu sampai di depan pintu berwarna coklat. “thank you” dira tersenyum manis dan mengangguk untuk izin permisi masuk ke toilet. Setelah ia menutup pintu, ia greget ingin teriak sampai ingin menangis saking senangnya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa ia akan bertemu Steven J Lee dengan cara seperti ini, ia  pikir travel yang ia jalani saat ini sangat buruk dan tidak menyenangkan tetapi apa yang sudah ia pikirkan itu berbanding terbalik dengan kejadian saat ini. Tak apa basah kuyup dan menggigil seperti ini, yang penting sekarang ia sudah bertemu seorang Music Produccer ternama yang sangat ia kagumi. Setidaknya itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya bahagia hari ini. “untung ada feeling bawa baju ganti tadi di hotel, jadi aman deh” dira tersenyum dihadapan cermin.

“Ajeossi? ajeossi?” dira sudah kembali berpakaian rapih, ia mengelilingi ruang tengah sambil mengedarkan pandangan, mencari keberadaan steven. “neoga nuguseo?(kau siapa?)” sesosok pria muncul dari sudut  tangga rumah itu. “Masya Allah~” seketika dira syok kembali, pria itu menatapnya dengan keheranan. Tidak lama kemudian, sesosok pria manis muncul dari belakang punggung pria sebelumnya. “Allahu Akbar~” kedua pria itu saling pandang, bingung. Dira lupa bagaimana cara untuk bernapas “a-a-a-a...” kata dira, terputus oleh suara dari sudut lain. “na yeogi isseo, museun irisseoyo?(aku disini, ada apa?)” tiba-tiba steven muncul dari belakang dira. “a-a, eehm...kau punya hairdryer?boleh aku pinjam sebentar?” jawab dira dengan susah payah sambil mengatur napasnya. “ya, aku punya. Wait!” steven berjalan menuju lantai dua dengan berlari kecil sambil melewati kedua pria di sudut tangga dengan tatapan kebingungan. “tamu sekaligus uri fans(fans kita)” bisik steven pada seorang pria kurus nan ganteng itu, “Mwo?uri fans? jinjjayo? (apa?fans kita?serius?)” kedua pria itu membulatkan matanya. “ne” jawab steven sebelum menghilang dari tangga. pria kurus dan pria manis itu mengangguk mengerti.

“om steven mana ini? Gila! Bisa mati mendadak gue kalo kelamaan disini” gerutu pelan dira sambil menunduk dalam-dalam pada handuk yang dililitkan di lehernya agar wajahnya tidak terlihat merah matang oleh kedua pria yang masih tidak beranjak sesenti pun dari sudut tangga. “kau berasal dari mana?” tanya pria manis itu, Heo Young Saeng. Ia adalah salah satu member dari boyband asal korea, yaitu SS501 yang satu agensi dengan Kim Kyu Jong (member SS501 juga) yang saat ini sedang berada di sudut tangga bersamanya. “aku dari Indonesia” dira menjawab tanpa mengangkat kepalanya sedikit pun. Tak lama, steven pun muncul dari tangga dan memberinya hair dryer. “igeo(ini)” steven menyodorkan hair dryer miliknya.  “thank you” dira pun langsung melesat ke toilet dan BRUUKK!!! “AW!” dira mengusap jidatnya yang tak sengaja terbentur tembok. “ya josimhaeyo! (hati-hati!)” kyu jong mengingatkan, sedangkan yang lain berusaha menahan tawa. “angkatlah kepalamu ketika berjalan, agar tidak menabrak tembok seperti ini” steven menganjurkan. “ne (iya)” dira pun melangkah pergi meninggalkan ketiga pria itu.

“Streeess!! Kalo gini kejadiannya, kelewat seneng sangat ini! aigoooo(aduuuuuhh)!!” dira mengatur napasnya didalam kamar mandi. Sambil mengeringkan rambutnya didepan cermin lumayan besar dan washtafel, ia berpikir keras. Setelah ini, apa yang harus ia lakukan? “habis ini apa yang harus gue lakuin? Gue rasa mereka lagi ngumpul di ruang tengah ngomongin gue, aiiish! Jadi pede sangat gini kan -_- lalu? Gimana? Masa iya abis ini langsung minta kamar buat gue tidur ada dimana? Kan ga mungkin, ahh molla! (molla= tidak tahu)”

“igeo(ini), meokeupsida(makanlah). Hot chocolate for you” steven menyodorkan segelas coklat panas pada dira. “thank you very much ajeossi” dira sedikit membungkuk untuk menerima coklat panasnya.

“neoreul uri arayo?(kau mengenal kami?)” tanya young saeng. Saat ini ketiga pria dan dira sedang berada di ruang tengah. “ne, oppa(oppa=sebutan bagi adik cewek pada kakak cowok). Ini karena aku fans dari SS501 sejak aku berumur 13 tahun, jadi aku tahu kalian secara tidak langsung” jawab dira. “wow! Are you Triple S? Uri green peas!(green peas kita!)” kyu jong takjub dengan kebetulan yang dapat mempertemukan mereka di LA. “style yang kau gunakan begitu keren! siapa namamu?” tanya kyu jong. Ia kagum dengan style yang dira kenakan. Terlihat manis dan modis menurutnya, mungkin karna ia baru pertama kali melihat ada seorang wanita muslim yang menggunakan jilbab bermodel seperti itu. “gomawo oppa(terimakasih kakak). I’m Dira Retyani Putri, this is my style as muslimah from Indonesia” dira tersenyum. “ohh begitu, ternyata berbeda dengan gaya berpakaian wanita di arab yang identik dengan pakaian tertutup serba hitam atau putih dan menggunakan cadar ya” kyu jong mengangguk mengerti. “ngomong-ngomong, kau datang ke sini sendirian? tidak menggunakan tour guide?” tanya young saeng. “eo, naya(iya, aku sendirian). Tidak, karena aku ingin mencoba menjadi gadis yang mandiri” jelas dira. “You've been travel in LA before?” steven bertanya. “no” jawab dira singkat sambil tersenyum ngeri. “jinjja?! apa kau tidak takut nyasar dan menjadi anak hilang?” kyu jong membulatkan matanya, takjub dengan kenekatan gadis mungil itu dengan pergi ke negara orang untuk pertama kalinya. “igeo..... , mollaseo(ini.... , tidak tahu). But in the fact I was lost in here now” dira tertawa sesaat lalu menggigit bibirnya, hal itu memang benar-benar terjadi padanya saat ini dan ia tak tahu harus berbuat apa. “This is crazy! bagaimana bisa gadis mungil sepertimu pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya dan sendirian?” kyu jong keheranan. Young saeng hanya menggeleng-geleng tak mengerti, sedangkan dira hanya menyengir bersalah. “bagaimana jika kita pergi bersama saja? I’m worry if dira go alone” steven mengusulkan. “kachi?(bersama-sama?) That’s good idea hyeong(panggilan dari adik cowok ke kakak cowok)!!woohooo!!” kyu jong setuju. “neon?(kau?)” steven melirik young saeng, “keurom!(tentu saja!)”jawab young saeng diiringi dengan senyum manisnya. “JINJJAYO?! Woaah!! Aku tidak pernah menduga ini akan terjadi!” seketika dira membulatkan matanya takjub “neomu neomu neomu gomapda ajeossi, gomapda oppadeul!(sangat sangat sangat terimakasih om, terimakasih kakak)” tambahnya.

“ya! why you call them ‘oppa’ while I’m ‘ajeossi’?” tanya steven merasa dirinya lebih tua dari siapapun “apakah aku terlihat tua?!” tambah steven. “aniyo ajeossi, ehh...(bukan begitu om)”  dengan cepat dira menutup mulutnya, sedangkan young saeng dan kyu jong sudah tertawa geli memecahkan keheningan dimalam yang penuh dengan halilintar itu. Seketika dira merasa hangat berada disana, walaupun ia masih merasa gugup tetapi setidaknya ia sudah bisa berinteraksi dan lumayan akrab bersama orang-orang yang sangat dira kagumi sejak ia masih duduk dibangku kelas 2 SMP. Usut punya usut, ternyata young saeng dan kyu jong datang ke LA karena mereka juga ingin berlibur di LA. Sama seperti dira, mereka juga baru kemarin malam sampai di negara yang terkenal dengan Hollywood-nya  ini. Lama bercengkrama, mereka pun menghabiskan malam ini untuk saling mengobrol seru diruang tengah.

*****

Cahaya matahari mengintip dari balik jendela yg tertutup oleh gorden polos berwarna merah hati. Sepertinya steven sangat menyukai warna merah, bahkan dinding diruangan kerjanya pun berwarna merah hati juga. Dira terkikik pelan.

TOK~ TOK~ TOK~

“dira-ya, irona? Palli nawa, meokda ka!(dira sudah bangun? cepatlah keluar, pergi makan!)” suara kyu jong menyelinap masuk dari balik pintu putih polos kamar yang digunakan oleh dira semalam. “ne, but I want to take a bath first” jawab dira dari dalam kamarnya sambil memukul kecil jidatnya. “ohh, ne. Uri gidaryojyo (ohh, iya. kami tunggu ya)” kyu jong memberitahu, setelah itu beranjak ke lantai bawah. “ne” jawab dira lagi. Dira menggrutu, kenapa hal seperti ini terjadi ketika sedang berada di rumah orang? Bangun kesiangan, dira menjadi merasa tak tahu diri. Sambil menggrutu pelan ia pun melangkah ke toilet yang berada di dalam kamarnya.

“wasseo, jaljayo?(kau sudah datang, tidurnya nyenyak?)” tanya young saeng di ruang makan. “ne, sorry for late” dira nyengir dengan wajah yang tampak bersalah “dasar ga tau diri” hatinya berucap pada dirinya sendiri. “no problem, we was sleep very late last night. So, I’m understand. And I’m late too dira.kkkk” steven tertawa.  Young saeng hanya tersenyum mendengarnya. In the fact, young saeng itu memang benar-benar sama seperti yang diceritakan di fansite dan video di Youtube. Dia selalu bangun pagi untuk menyiapkan makanan untuk sarapan dan beres-beres, benar apa kata member SS501 bahwa ia persis seperti seorang ibu yang sedang melakukan kewajibannya dirumah.  Dira tersenyum kecil memikirkannya.

Setelah mengantar dira ke hotelnya untuk mengganti baju, mereka pun segera meluncur ke sebuah tempat rekreasi dengan menggunakan mobil milik steven.

“ijeneun uri eodiseo?(sekarang kita berada dimana?)” tanya dira takjub. “disneyland resort” jawab steven lee “because one of us is a cute girl, so I choose to come here” lanjut steven sambil terkikik. “aish, aniyo~” dira tersipu malu  mendengarnya.  “woah~” kyu  jong terpaku takjub sedangkan young saeng hanya merekam perjalanan mereka dengan menggunakan handycam. Suguhan beraneka macam kartun disney ada disini, terutama mickey mouse dan minie mouse. Berbagai macam atraksi dan karnaval pun ditunjukkan disini. Setelah puas bermain beberapa wahana di disneyland resort, mereka semua bersepakat untuk menikmati sunset di pantai Santa Monica yang terletak di bagian barat LA.

“oppa, pantai ini ramai sekali. OMO!(ya ampun)” refleks dira  menutup matanya. “wae?” secepat kilat young saeng memutar kepalanya ke arah dira, begitu juga dengan kyu jong. Steven mengarahkan pandangan, mencari apa yang sudah dilihat dira sampai ia menutup matanya dengan cepat. “dira-ya, please close your eyes. Don’t open it!” perintah steven. Sementara young saeng dan kyu jong menuntun dira berjalan dengan rasa penasaran “musun iriya hyeong?(ada apa kak?)” tanya kyu jong. Steven menunjuk seorang wanita muda memakai bikini yang sedang bermesraan dengan kekasihnya. “dia seorang muslimah dan masih polos, jadi ia tidak biasa dan tidak diperbolehkan melihat yang seperti itu dalam ajarannya” jelas steven. “ohh, aratta(aku mengerti)” kyu jong mengangguk sedangkan young saeng mengerti dalam diam. Mereka semua menuntun dira ke suatu bagian pantai yang lumayan sepi dan menuntunnya untuk naik ke sebuah kapal ferry berukuran sedang yang diperuntukkan bagi wisatawan yang ingin merasakan indahnya berkeliling dikawasan laut samudra pasifik itu. “okay! you can open your eyes now dir” steven memberitahu. Dira membuka matanya perlahan, dilihatnya pantai yang tadinya riuh oleh lautan manusia kini berubah menjadi lautan yang original. Ia melangkah sedikit maju ke sudut ujung depan dan berusaha naik ke pagar tembaga kapal. Sejenak, dira menutup matanya kembali untuk merasakan tubuhnya seperti melayang diterpa angin  senja nan eksotik. “ini baru namanya liburan! Wooohoooo~!!” teriak dira. Kondisi kapal itu begitu ramai, dira tidak menyadari bahwa saat ini ia sedang ditatap oleh beberapa pasang mata yang keheranan dengan tingkah lakunya. Seketika kyu jong menyenggol lengan dira. sekali, tidak merespon. Dua kali, tetap tidak ada respon. Tiga kali,........ . “AAAAKK!!” tangan dira yang sedang berpegangan ke pembatas tiba-tiba terlepas dan membuatnya tidak seimbang dan jatuh ke laut. “DIRA-YA!!” teriak kyu jong dalam panik. young saeng yang sedang merekam daerah sekitar tiba-tiba dikagetkan oleh teriakan dira, dengan cepat ia menceburkan diri ke laut untuk menolong dira. Kyu jong panik melihat tubuh dira yang hampir tertelan oleh ombak, wajahnya sudah pucat pasi. “kyu-a, I feel dira can’t swimming” pikir steven. Young saeng berusaha meraih tubuh mungil dira yang sudah tertelan ombak pasang sedalam satu meter. “DIRA-YA!!” Teriak kyu jong “HYEONG!! PALLI DORAWA!!(kakak, cepatlah kembali)” tambahnya. “BAWA DIA KEMARI, AIR LAUTNYA AKAN PASANG!!” teriak steven. Saat ini langit semakin gelap, memberi tanda bahwa saatnya air laut menjadi semakin pasang. Sesaat, dira dan yung saeng tidak terlihat. Kyu jong dan steven mulai panik selaras mengedarkan pandangan, wajah mereka sudah ikut pucat pula. Orang-orang yang berada disekitar kejadian pun mulai riuh panik. Sedetik kemudian young saeng muncul dari permukaan laut dengan membawa tubuh dira yang sudah tidak berdaya dengan sekuat tenaga menuju kapal ferry yang mereka naiki. “YA!! HYEONG-A PALLI PALLI!!(hey! cepatlah kak cepat)” kyu jong bersiap mengambil posisi untuk meraih tubuh mereka, begitu juga dengan steven dan beberapa turis yang bersedia ikut membantu.

Saat ini dira dan young saeng sudah berada di atas kapal, tubuh gadis mungil itu tampak tak berdaya berbaring dengan wajah dan kulit yang berubah menjadi pucat. Dengan cepat young saeng mengecek denyut nadi gadis itu di pergelangan tanggannya dan mencoba untuk memberi napas buatan lalu menekan-nekan dada atas dira persis seperti yang ada di film-film. Steven menyuruh para turis untuk sedikit menjauh dan tidak berisik agar young saeng dapat berkonsentrasi menolong dira. “uhuk~ uhuk~” tubuh dira mulai bergerak dan mulutnya mulai mengeluarkan air laut asin yang sudah banyak terminum olehnya. Kyu jong mengelus-elus kening dira, khawatir. Dengan perasaan lega young saeng terbaring disamping dira, tenaganya terkuras karena menerjang ombak dengan dalam keadaan panik dan air yang luar biasa dingin di musim penghujan saat ini. Sementara itu orang-orang di sekitar mereka bertepuk tangan atas keberhasilan young saeng yang telah berhasil menyelamatkan dira. Dira membuka matanya setelah ia sudah benar-benar sadar, tiba-tiba matanya sedikit kabur karena tergenang oleh air matanya. “aku ga bisa berenang oppa. Aku takuut” dira menangis kencang sambil menutup wajahnya. Perasaannya saat ini campur aduk, antara senang karena Allah masih berbaik hati tidak membawa nyawanya pergi dengan sedih karena merasa sangat tidak enak hati karena sudah membuat kekacauan di kapal dan membuat hancur travelnya bersama ketiga pria yang sangat ia kagumi ini. “shuuut shuuut, gwaenchana dira-ya(tidak apa-apa dira)” kyu jong menenangkan. Dira mencoba bangun dengan bantuan kyu jong untuk duduk “oppa mianhae, jeongmal mianhae(maafkan aku kak, benar-benar minta maaf. Gara-gara aku, liburannya jadi hancur berantakan” dira meminta maaf bersamaan dengan air mata yang terus mengalir. “ani dira-ya, no problem(tidak dira, tidak masalah)” jawab kyu jong sambil  menghapus wajah gadis itu yang sudah basah penuh dengan kucuran deras air mata. “MWORAGO?! GWAENCHANA YO?!(apa kau bilang? tidak masalah?)” mendadak young saeng terduduk dengan cepat ke arah dira “KAU TAHU AKU SANGAT PANIK DAN HAMPIR PUTUS ASA HANYA UNTUK MENYELAMATKANMU?!! HUH?! KAU TAHU ITU?!! ULJIMA(jangan menangis)!!” tambahnya dengan nada yang lebih tinggi, matanya mulai terasa panas menahan genangan air mata yang tertiup angin senja. “young saeng oppa mianhae! Neomu mianhae, na jeongmal mianhae oppa. jalmothaeseo(kak young saeng maaf! sangat meminta maaf, aku benar-benar minta maaf kak. aku telah bersalah)” tangis dira semakin menjadi-jadi, kepalanya tenggelam pada lututnya yang ditekuk. Steven berusaha menenangkan young saeng, “hyeong-a! Eotteokhae dwaengoya(kak! kenapa jadi begini)? itu semua bukan kesalahannya, geundae jalmothaeseo! keumanhae juseyo hyeong-a!(tetapi akulah yg telah bersalah! tolong hentikan kak!)” kyu jong menjelaskan, mencoba meluruskan. “pikyo juseyo!(tolong minggir)” young saeng menatap tajam kyu jong.  “YA!! apa yang akan kau lakukan jika adikmu jatuh tenggelam di tengah-tengah lautan luas dan dingin seperti ini?!huh?anbureul mutta(meminta ketangan)!!” tanya young saeng dengan nada yang lebih rendah dari yang sebelumnya. Dira tidak bisa menjawab apapun, mulutnya tidak bisa membuka sepatah katapun kecuali hanya suara isakan tangisnya yang begitu kencang dan dira merasa bahwa nadi di keningnya tertarik sehingga membuatnya migren, semakin lemas dan pusing. “Listen to me! aku hanya tidak ingin kau celaka, I’m very worry if something happened to you. Sorry” young saeng memegang tangan dira pelan untuk melepaskan genggaman pada lututnya yang membuat wajahnya tenggelam didalamnya. Young saeng memegang pipi dira untuk mengangkat kepalanya agar ia dapat melihat matanya “mianhae. dashi hajima dira-ya, naega yaksokaji juseyo, eo? (maafkan aku. jangan melakukannya lagi, tolong berjanji padaku, ya?)” tambah young saeng sambil menatap matanya dalam-dalam. Dira mengangguk pelan selaras menitikkan air matanya yang tidak berhenti mengalir seperti keran yang rusak gagang pengaturannya. Young saeng merengkub tubuh mungil dira yang gemetar untuk memeluknya “neol saranghannikka dongsaeng-a, mianhaeseo (karena aku mencintaimu adik, maafkan aku)” diciumnya kening gadis berparas manis itu . “hei! You want to stay here until tomorrow?” steven mengingatkan. Young saeng dan dira bersamaan menengok ke arah steven, mereka masih terduduk di atas kapal dengan cepat mengedarkan pandangan ke daerah sekitar, mereka baru menyadari bahwa kapal ferry yang mereka naiki satu jam yang lalu sudah berhenti di pinggir pantai Santa Monica dan hanya mereka yang masih berada di kapal itu. Kyu jong melambaikan tangannya, menyuruh mereka untuk cepat turun ke permukaan agar cepat pulang.

Sudah pukul 06.30 pm, matahari sudah tak tampak lagi sinarnya. Rintik-rintik hujan jatuh membasahi ubun-ubun. Dira, steven, young saeng dan kyu jong berjalan dibawah butiran pasir putih. Kyu jong asik bernyanyi lagu confession milik SS501 dan steven terlihat mencoba menggoda kyu sambil tertawa. sedangkan young saeng dan dira? Young saeng memegangi lengan dira untuk menuntun tubuh mungilnya yang masih lemas sambil berpeganggan tangan dengan diiringi senyum mengembang diantara keduanya. “ya!! Chamkanman!(hey! tunggu!)” teriak young saeng pada kyu jong dan steven yang malah asik bermain kejar-kejaran di pinggir pantai Santa Monica yang mulai sepi. Hari ini secara resmi dira telah menjadi adik angkat young saeng, young saeng sangat bahagia karena ia dapat merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang adik gadis yang lugu. Begitu juga dengan dira. Dira merupakan anak sulung dari tiga bersaudara sedangkan young saeng merupakan anak tunggal. Jadi, mengapa tidak? 

0 komentar:

Posting Komentar