Karya: Iriani Fermatasari
Berada pada satu titik semu
Mengusik angan-angan kosong
Menghempas dedaunan yang gugur
Tetesan air mata pun riuh tertawa
Meredam teriakan jiwa
Hingga berhenti berdetak
Berontak di bawah remangnya lampu jalanan
Aku melihatmu
Seolah tembus pandang
Lantas aku menangis
Nyatanya, engkau
Tak dapat kusentuh
entah ini bisa disebut puisi atau bukan.. ._.
Take this out with FULL CREDIT!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar